BATAS ACEH – Aceh Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup sebagai petani sawah, nelayan, petani tambak, serta pekebun. Potensi ini sebenarnya bukan hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan daerah apabila dikelola dengan tepat dan berkelanjutan.
Saat ini negara telah menunjukkan perhatian terhadap petani melalui kebijakan penetapan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram serta penurunan harga pupuk bagi petani. Kebijakan seperti ini sangat membantu masyarakat dalam menjaga semangat produksi dan memberikan kepastian ekonomi kepada petani sawah. Namun, perhatian terhadap sektor pertanian dan perikanan tidak boleh berhenti pada tingkat nasional saja. Pemerintah daerah juga harus hadir dengan langkah nyata yang memberikan harapan baru bagi petani dan nelayan di daerah.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membentuk sistem pembelian hasil panen dan hasil tangkapan masyarakat melalui badan usaha milik daerah. Hasil pertanian, hasil tangkapan nelayan, maupun hasil tambak harus memiliki kepastian pasar dengan harga yang menguntungkan masyarakat. Selama ini banyak petani dan nelayan mengalami kerugian bukan karena hasil produksi sedikit, tetapi karena harga jual yang tidak stabil dan sering dipermainkan oleh tengkulak.
Apabila pemerintah daerah melalui perusahaan daerah mampu membeli hasil panen masyarakat dengan harga yang layak, maka ekonomi masyarakat akan bergerak lebih baik. Petani dan nelayan akan memiliki kepastian pendapatan sehingga semangat produksi meningkat. Kondisi ini secara otomatis akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan ikut mendukung perekonomian nasional.
Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memberikan pelatihan dan pendampingan tentang sistem pertanian modern dan teknologi perikanan yang lebih maju. Saat ini dunia pertanian sudah berkembang pesat, mulai dari penggunaan alat modern, sistem irigasi yang efisien, hingga teknik budidaya yang mampu meningkatkan hasil produksi. Nelayan juga membutuhkan pelatihan terkait pengolahan hasil tangkapan, penyimpanan ikan, hingga pemasaran digital agar hasil laut memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Ketika petani dan nelayan memiliki ekonomi yang baik, maka dampaknya akan sangat luas. Daya beli masyarakat meningkat, perputaran ekonomi desa menjadi lebih hidup, dan lapangan kerja baru akan tercipta. Bahkan, kondisi ekonomi masyarakat yang stabil juga akan menarik minat investor untuk datang dan berinvestasi di daerah karena melihat adanya potensi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Keuntungan lain apabila perusahaan daerah terlibat dalam pembelian hasil panen masyarakat adalah daerah juga dapat memperoleh keuntungan dari pengelolaan tersebut. Keuntungan itu nantinya bisa dimanfaatkan kembali untuk membantu masyarakat, terutama saat terjadi musibah seperti banjir, gagal panen, atau krisis pangan. Pemerintah daerah dapat menyediakan cadangan beras atau kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih murah bagi masyarakat terdampak. Dengan demikian, keberadaan perusahaan daerah bukan hanya berfungsi sebagai lembaga bisnis, tetapi juga sebagai penguat ketahanan pangan dan pelindung ekonomi masyarakat.
Aceh Utara memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Yang dibutuhkan saat ini adalah sistem pengelolaan yang benar, keberpihakan terhadap masyarakat kecil, serta program pembangunan yang fokus pada penguatan sektor pertanian dan perikanan. Jika petani dan nelayan sejahtera, maka daerah juga akan kuat. Ketahanan pangan terjaga, pengangguran berkurang, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara nyata.
Sudah saatnya sektor pertanian dan perikanan ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah demi masa depan Aceh Utara yang lebih mandiri dan sejahtera.
Oleh: H. Abdul Mutaleb
Ketua DPD TANI MERDEKA Kabupaten Aceh Utara.












