BATAS ACEH | Aceh Utara — DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian dan TNI yang melibatkan petani dalam kegiatan pembersihan lumpur saluran irigasi akibat banjir di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.
Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, mengatakan pelibatan petani dalam normalisasi saluran irigasi tidak hanya mempercepat pemulihan infrastruktur pertanian, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh penghasilan sementara sebelum kembali menggarap sawah.
“Kami mengapresiasi Kementerian Pertanian dan TNI yang melibatkan petani dalam pembersihan lumpur saluran di Kecamatan Muara Batu,” kata Abdul Mutaleb, Kamis, 14 Mei 2026.
Menurut dia, banjir yang terjadi pada 26 November 2025 menyebabkan banyak saluran irigasi tertutup lumpur sehingga menghambat distribusi air ke areal persawahan. Kondisi itu membuat sebagian petani belum dapat kembali bercocok tanam secara normal.
Ia menilai pola padat karya melalui pelibatan masyarakat tani dapat menjadi solusi jangka pendek untuk membantu pemulihan ekonomi warga terdampak banjir. “Dengan melibatkan petani secara langsung, akan tercipta lapangan kerja sambil menunggu lahan pertanian kembali siap digarap,” ujarnya.
Abdul Mutaleb berharap program serupa dapat diperluas ke sejumlah kecamatan lain di Aceh Utara yang juga terdampak banjir akhir 2025. Menurut dia, masih banyak saluran irigasi yang membutuhkan normalisasi agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini juga dilakukan di wilayah lain yang terkena dampak banjir pada 26 November 2025 lalu,” katanya.
Normalisasi saluran irigasi dinilai penting untuk mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara, terutama menjelang musim tanam berikutnya.












