BATAS ACEH | Lhoksukon — Harapan petani di Desa Cibrek Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, akhirnya mulai kembali tumbuh setelah hampir Enam tahun terhenti akibat terhentinya aliri air irigase krueng pasee ke area persawahaan mereka seluas 43 heltar.
Terpantau di lokasi para petani di Desa Ceubrek melakukan persiapan untuk turun kesawah,dan melakukan gotong royong pembersihan saluran irigasi tersumbat lumpur secara manual menggunakan peralatan seadanya yaitu cangkul dan skop untuk kelancaran suplai air ke seluruh area persawahan petani.
Keuchik Desa Ceubrek Ahmadi mengaku selama bertahun-tahun lahan para petani tidak bisa ditanami karena ketiadaan air.
“Dulu benar-benar kering, tidak bisa ditanami apa-apa. Sekarang sudah mulai ada air lagi,” ujarnya,
Ahmadi membenarkan bahwa aliran air irigasi sudah kembali dimanfaatkan oleh para petani dalam waktu dekat ini sudah bisa turun ke sawah untuk bercocok tanam kususnya petani desa ceubrek,” ujarnya
Lanjut dia,Pembangunan bendung krueng pase sepenuhnya sudah selesai, debit air yang mengalir cukup sempurna untuk menghidupkan kembali aktivitas pertanian di wilayah Aceh Utara yang ada di sembilan kecamatan kususnya.
Kita sangat berterimakasih kepada Bupati Ayahwa s3laku pimpinan Pemerintah daerah dalam mendongkrak Hasil Panen dan Ekonomi masyarakat Aceh Utara bangkit.Ini kabar baik bagi petani. Sawah yang sebelumnya tidak tergarap sekarang mulai bisa dimanfaatkan lagi,” tutupnya












