Home / Kesehatan

Kamis, 14 Maret 2024 - 14:47 WIB

Program KB Salah Satu Upaya Mencegah Terjadinya Stunting

Share
Muhamad Azhar, Kabid Dalduk, KB dan KS Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPM-PPKB), Aceh Utara

Batasaceh.com -Muhamad Azhar, Kabid Dalduk, KB dan KS Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPM-PPKB), Aceh Utara mengatakan pentingnya pencegahan kehamilan usia dini terhadap masyarakat luas di tingkat pedesaan.

Salah satu nya Program Keluarga Berencana (KB) di Aceh Utara tidak hanya bertujuan untuk mengatur kehamilan pasangan usia subur, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas: meningkatkan kesehatan ibu dan memastikan ketercukupan gizi anak,”kata dia kepada wartawan media batasaceh.com,Kamis 14 Maret 2024

Muhammad Azhar menjelaskan aspek tersebut sangat lah penting,”ujarnya

“Salah satu aspek penting dari program ini adalah mencegah kehamilan yang terlalu dini serta menjaga jarak kehamilan yang cukup antara satu dengan yang lain,” katanya.

Lanjut Azhar pada awal tahun 2024 kegiatan KB telah dilakukan di Kecamatan Seuneudon dengan melibatkan beberapa akseptor. Fokus utamanya adalah kesehatan reproduksi perempuan karena hal ini menjadi kunci dalam merencanakan dan mengatur jarak kehamilan dengan baik dengan demikian, risiko stunting pada anak dapat diminimalkan,”ucapnya

Baca Juga :   Lhokseumawe Kembali Raih Predikat WTP dari BPK RI Perwakilan Aceh

“Bahwa mengikuti program KB bukan hanya tentang mengatur kehamilan, tetapi juga tentang memastikan kesehatan ibu dan anak di masa depan. Mencegah stunting adalah salah satu manfaat langsung dari program KB.Partisipasi aktif dari semua pihak dalam program KB menjadi kunci untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas generasi mendatang,”paparnya

Lebih lanjut kata Muhammad Azhar,pencegahan stunting adalah upaya kolektif yang melibatkan berbagai pihak dalam masyarakat,”inbuhnya

” Program KB menjadi salah satu instrumen efektif dalam mengurangi risiko stunting dengan fokus pada kesehatan reproduksi perempuan,”ungkapnya

Dengan kebijakan yang mendukung, penyebaran informasi yang tepat, dan akses yang mudah terhadap layanan kesehatan reproduksi, pemerintah dapat memastikan bahwa program KB mencapai targetnya untuk mencegah stunting.

Baca Juga :   Lhokseumawe Kembali Raih Predikat WTP dari BPK RI Perwakilan Aceh

Peran aktif tenaga kesehatan seperti bidan, dokter, dan petugas kesehatan lainnya sangatlah penting. Mereka bertanggung jawab memberikan informasi dan layanan berkualitas kepada calon ibu, mulai dari masa remaja hingga masa kehamilan dan persalinan. Dengan memberikan pendampingan dan pemahaman yang baik tentang pentingnya merencanakan kehamilan dengan baik, mereka dapat membantu mencegah stunting di tingkat individu.

Tidak kalah pentingnya adalah peran keluarga dan komunitas dalam mendukung program KB. Edukasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi perempuan, merencanakan kehamilan dengan baik, dan memastikan gizi yang cukup bagi ibu hamil adalah tanggung jawab bersama dalam keluarga dan komunitas.[] Raja

Share :

Baca Juga

Kesehatan

PIM Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat Bersama (Jusber), Program Rutin Sosialisasi dan Cek Kesehatan Masyarakat Lingkungan.

Kesehatan

Akselerasi Cakupan Akte Kelahiran dan Imunisasi, Pemko Lhokseumawe Teken MoU dengan UNICEF dan Yayasan Darah Untuk Aceh

Kesehatan

DPMPPKB Kabupaten Aceh Utara Tingkatkan Edukasi Dapur Sehat Atasi Stunting ke Masyarakat

Daerah

Haji Uma Fasilitasi dan Bantu Biaya Untuk Pengobatan Yatim asal Aceh Utara yang Alami Saraf Terjepit

Kesehatan

BPOM Aceh Sidak Suzuya Jelang Lebaran untuk Pastikan Keamanan Pangan

Kesehatan

Sanitasi Tak Sehat Salah Satu Penyebab Stunting, Pemerintah Aceh Utara Lakukan Intervensi Sensitif

Kesehatan

Dampak Positif Imunisasi Terhadap Cegah Stunting

Kesehatan

PMT di Keureunyai Banda Baroe dengan menggunakan dana desa