Bataaceh.com — DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara meminta pemerintah segera menangani abrasi air laut yang terjadi di Gampong Sawang dan Blang Nibong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Abrasi yang semakin parah pascabanjir 25 November 2025 disebut telah merusak lahan pertanian milik warga.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, mengatakan kondisi tersebut kini sangat berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat di kawasan pesisir.
“Pasca banjir 25 November 2025, banyak lahan pertanian masyarakat yang sudah tidak bisa digunakan lagi akibat abrasi air laut. Kami meminta pemerintah segera menangani persoalan ini,” kata H. Abdul Mutaleb, Sabtu, (16/05/2026.)
Menurutnya, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu, penanganan cepat dinilai penting agar petani dapat kembali melakukan penanaman.
Ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera turun ke lokasi untuk melakukan langkah penanganan darurat dan penyelamatan kawasan terdampak.
“Kami berharap dinas terkait dan BNPB segera melakukan tindakan nyata supaya petani bisa kembali menanam dan lahan pertanian masyarakat tidak semakin rusak,” ujarnya.
DPD Tani Merdeka Aceh Utara juga mendorong pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi abrasi di kawasan pesisir Kecamatan Samudera, termasuk pembangunan tanggul penahan abrasi dan penguatan kawasan pantai yang rawan terkikis air laut tutupnya.












