BATAS ACEH | Aceh Utara -Pemkab Aceh Utara Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional dan Bangkit Pasca Banjir Tahun 2025 Lalu.
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, mengunjungi sejumlah stand kecamatan pada Pameran Milad Samudera Pasai ke-800 yang digelar di Aceh Utara, Senin 7 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Wabup melihat langsung beragam produk Industri UMKM lokal yang ditampilkan.
Tarmizi menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pelaku usaha kecamatan yang terus mengembangkan produk unggulan daerah. Ia menilai UMKM lokal memiliki peran penting dalam membangkitkan pertumbuhan pendapatan ekonomi masyarakat.
“Industri lokal kita sudah semakin berkembang pesat. Mulai dari usaha kuliner, makanan khas daerah, souvenir, kerajinan tangan, peci khas Aceh, hingga UMKM lainnya. Ini potensi besar yang harus kita dukung agar datanya bisa masuk ke pasar go internasional,” ujar Tarmizi di lokasi pameran.
Menurutnya, momentum peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 harus dijadikan prioritas untuk menguatkan penghasilan daerah. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong para pengusaha agar bisa bangkit kembali setelah terdampak musibah banjir yang melanda Aceh Utara tahun lalu.
“Dengan semangat 800 tahun peradaban Samudera Pasai, kita ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tapi naik kelas. Pemkab akan terus memfasilitasi pelatihan, akses pasar, dan promosi agar produk Aceh Utara dikenal lebih luas,” tambahnya.
Wabup juga menekankan bahwa perayaan Milad Samudera Pasai dan Hari Jadi Aceh Utara bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan para leluhur yang diamanahkan kepada masyarakat Aceh.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Samudera Pasai adalah peradaban pertama kali Islam masuk ke Aceh. Dari sinilah nilai-nilai budaya, ekonomi, dan keislaman kita berakar. Tugas kita sekarang adalah meneruskan dan memajukannya,” pungkas Tarmizi.
Pameran Milad Samudera Pasai ke-800 menampilkan berbagai produk unggulan dari 27 kecamatan di Aceh Utara. Selain pameran UMKM, rangkaian kegiatan juga diisi dengan seminar sejarah, lomba budaya, dan pasar rakyat.












