Daerah

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Utara Desak Pemkab Segera Atasi Krisis Air Pertanian di Cot Girek

5
×

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Utara Desak Pemkab Segera Atasi Krisis Air Pertanian di Cot Girek

Sebarkan artikel ini

BATAS ACEH | aceh utara – Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air yang mengancam lahan pertanian di Kecamatan Cot Girek. Sedikitnya sekitar 150 hektare lahan sawah terancam gagal panen akibat tidak tersedianya jaringan irigasi yang memadai.

Lahan pertanian yang terdampak tersebar di sejumlah desa, di antaranya Desa Alue Drien, Desa Seuneubok Baro, Desa U Baro, Desa Ceumpeudak, Desa Matang Teungoh, Desa Pucok Alue, dan Desa Batu XII. Selama ini, sebagian besar areal persawahan di desa-desa tersebut hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi. Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan petani kesulitan memperoleh pasokan air sehingga mengancam keberhasilan musim tanam.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera menghadirkan solusi yang nyata. Apakah melalui pembangunan sumur bor, penyediaan pompa air, embung, atau langkah lainnya yang mampu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat. Yang terpenting, petani tetap bisa menanam padi dan terhindar dari gagal panen,” ujar H. Abdul Mutaleb, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, mayoritas masyarakat di desa-desa tersebut menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Karena itu, persoalan ketersediaan air harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Apabila tidak segera ditangani, dikhawatirkan produksi padi akan menurun dan berdampak pada pendapatan petani serta ketahanan pangan daerah.

DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Utara meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui dinas terkait segera melakukan survei lapangan untuk menentukan solusi yang paling tepat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain penyediaan sumur bor dan pompa air, pembangunan jaringan irigasi permanen dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan.

H. Abdul Mutaleb juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRK Aceh Utara, Balai Wilayah Sungai, dan pemerintah gampong, untuk bersinergi mencari solusi terhadap persoalan irigasi di Kecamatan Cot Girek.

“Ketahanan pangan tidak akan terwujud tanpa dukungan infrastruktur pertanian yang memadai. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar ratusan hektare sawah di Desa Alue Drien, Seuneubok Baro, U Baro, Ceumpeudak, Matang Teungoh, Pucok Alue, dan Batu XII dapat kembali produktif serta memberikan kesejahteraan bagi para petani,” tutupnya.

Logo Lhokseumawe
🕌 Jadwal Sholat
KOTA LHOKSEUMAWE & Sekitarnya
Sabtu, 11/07/2026
Imsak
04:53
Subuh
05:03
Terbit
06:22
Dhuha
06:50
Dzuhur
12:40
Ashar
16:05
Maghrib
18:52
Isya
20:07

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *