Istanbul – Iran mengancam akan menjadikan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah sebagai target sah serangan drone jika Washington terus melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pernyataan tersebut disampaikan militer Iran pada Rabu dan disiarkan oleh televisi pemerintah IRIB.
Dalam pernyataannya, militer Iran mengklaim telah menyerang pusat konsentrasi pasukan AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain, pada Rabu sebagai respons atas apa yang disebut sebagai agresi militer Amerika terhadap wilayah selatan Iran.
Militer Iran menuduh AS telah menyerang kawasan militer maupun sipil serta melanggar 14 poin dalam perjanjian gencatan senjata.
“Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang dan terang-terangan oleh Amerika yang kriminal adalah seluruh pangkalan Amerika di kawasan akan menjadi target sah bagi drone Angkatan Darat Iran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan operasi gabungan rudal dan drone yang menyasar 85 lokasi militer AS.
Menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, sasaran operasi itu mencakup Pelabuhan Salman, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone pada Rabu. Sementara itu, sirene peringatan serangan udara juga dilaporkan berbunyi di Bahrain.
Di sisi lain, militer AS menyatakan telah melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran dengan menghantam lebih dari 80 target.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan serangan tersebut merupakan respons langsung atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
”Serangan dilakukan sebagai respons segera terhadap serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz,” kata CENTCOM dalam pernyataannya. (aa.com.tr)
KOTA LHOKSEUMAWE & Sekitarnya
Kamis, 09/07/2026
04:53
05:03
06:21
06:50
12:40
16:05
18:52
20:07












