BATAS ACEH | Aceh Utara – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara meminta pemerintah segera menyalurkan bantuan benih padi unggul bagi petani yang terdampak bencana alam tahun lalu. Organisasi petani itu menilai kondisi pertanian di Aceh Utara masih belum pulih akibat kerusakan lahan, infrastruktur irigasi, hingga kerugian ekonomi masyarakat.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, mengatakan banyak petani mengalami gagal tanam dan kehilangan sumber penghasilan akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara.
“Tidak sedikit petani yang mengalami kerugian besar. Rumah rusak, harta benda hilang, dan lahan pertanian juga terdampak,” kata H. Abdul Mutaleb, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya Bendungan Krueng Pase yang selama ini menjadi sumber irigasi bagi areal persawahan masyarakat. Akibat kerusakan itu, sejumlah petani disebut sudah lama tidak melakukan penanaman padi.
“Kerusakan Bendungan Krueng Pase membuat petani kesulitan air untuk sawah mereka. Ditambah lagi dampak bencana alam kemarin, kondisi petani semakin berat,” ujarnya.
DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Utara meminta pemerintah pusat maupun daerah mengambil langkah khusus untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian. Salah satunya dengan mempermudah proses administrasi bantuan bagi petani korban bencana.
“Kalau bisa jangan lagi memberatkan petani dengan administrasi seperti biasanya. Ini kondisi bencana, jadi harus ada penanganan khusus,” kata dia.
Selain bantuan benih padi unggul, organisasi itu juga meminta pemerintah memberikan keringanan harga pupuk agar petani dapat kembali berproduksi.
“Kami berharap harga pupuk bisa didiskon atau ada subsidi tambahan supaya petani cepat bangkit kembali,” kata H. Abdul Mutaleb.












