Batasaceh.com — Pasca bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, menegaskan bahwa selain kebutuhan rumah layak huni bagi para korban, pemulihan lahan pertanian sawah harus menjadi prioritas utama.
Menurut Abdul Mutaleb, banyak sawah milik petani yang tertimbun tanah dan terdampak banjir sehingga tidak dapat digarap secara normal. Padahal, sektor pertanian sawah merupakan lapangan kerja utama masyarakat yang sangat menentukan keberlangsungan ekonomi petani.
“Pertanian sawah adalah sumber penghidupan masyarakat. Kalau sawah rusak dan tidak segera diperbaiki, maka ekonomi petani juga akan lumpuh,” ujar Abdul Mutaleb, Kamis (05/02/2026).
Ia mengungkapkan, di beberapa lokasi terdampak banjir, masyarakat terpaksa menanam padi di atas lahan yang masih terkena imbas banjir dan belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko terhadap hasil panen dan ketahanan pangan daerah.
Untuk itu, Abdul Mutaleb meminta BNPB serta Dinas Pertanian agar segera mengambil langkah-langkah konkret, mulai dari normalisasi lahan, pembersihan material banjir, hingga pendampingan teknis kepada petani agar aktivitas tanam dapat kembali berjalan optimal.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya percepatan pemulihan sektor pertanian demi mendukung target Aceh kembali menjadi daerah swasembada pangan beras pada tahun ini.
“Ini sejalan dengan program Presiden terpilih Pak Prabowo. Kami dari Tani Merdeka akan terus mengawal dan mendukung penuh program tersebut, khususnya di Aceh Utara,” tegasnya.
Abdul Mutaleb berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat segera terwujud agar para petani dapat kembali berproduksi dan perekonomian masyarakat pascabencana dapat segera pulih.












