Home / Kesehatan

Kamis, 28 Maret 2024 - 13:14 WIB

Dampak Positif Imunisasi Terhadap Cegah Stunting

Share

Batasaceh com – Aceh Utara, Menurut catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara sebanyak 118.565 anak atau 100,2 persen dari sasaran 118.380 anak di daerah itu sudah menjalani imunisasi polio.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Aceh Utara dr.Ferianto mengatakan dari 118.565 anak yang sudah diimunisasi tersebut, sebanyak 44.655 anak di antaranya berusia 0-59 bulan. Usia 5-7 tahun sebanyak 13.749 anak, serta 60.161 anak berusia 7-12 12 tahun.

“Imunisasi polio dilakukan di 32 puskesmas yang tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Masing-masing kepala UPT Puskesmas berupaya mengejar targetnya masing-masing dengan berbagai strategi.

Di Kecamatan Tanah Pasir misalnya, pemberian imunisasi dilakukan dengan sangat masif menyasar sekolah-sekolah, posyandu dan meunasah ada 20 titik yang menjadi sasaran.

Kepala UPTD Puskesmas Tanah Pasir dr. Jarita mengatakan, petugas Tenaga kesehatan diwilayah kerjanya melakukan kunjungan rumah-rumah warga untuk memaksimalkan hasil, dan memang tak sia-sia anak yang berhasil di imunisasi mencapai 2.100 orang.

Ia menghimbau bagi orang tua yang anaknya belum di imunisasi agar di bawa ke Puskesmas.

“jangan takut karena tidak ada suntikan, hanya di beri dua tetes imunisasi lewat mulut dan gratis tidak perlu bayar, ini penting karena dengan adanya imunisasi anak-anak terhindar dari lumpuh layu atau polio dan juga rubela” ujar dr. Jarita

Pj. Bupati Aceh Utara Dr. Mahyuzar memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan mengucapkan terima aksih atas pengabdiannya selama ini hingga hasil capaian imunisasi cukup memuaskan dalam rangka mewuhudkan generasi emas di masa depan.

Seperti diketahui sejak kasus KLB Pidie Jaya, Aceh Utara juga menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari United Nations children’s Fund (Unicef) dan WHO khususnya terkait dengan bidang kesehatan.

Baca Juga :   Pj Bupati Aceh Utara : PPK Adalah Ujung Tombak Kesuksesan Pilkada

Pj.Bupati berpesan anak-anak di Aceh Utara perlu mendapatkan perhatian khusus karena mereka sekarang telah mengkonsumsi apa saja makanan yang ada dengan berabgai macam perubahan perilaku yang mengancam terwujudnya generasi emas diama depan.

Semua elemen diharapkan bergerak bersama untuk menjaga generasi emas kita agar terhindar dari gizi buruk, termasuk penyakit polio.

Para dewan guru, petugas kesehatan dan para komite-komite sekolah dan seluruh komponen diharapkan mampu bersinergi membantu program pemerintah untuk menciptakan anak-anak menjadi generasi emas ke depan.

Selain imunisasi polio, imunisasi dasar dan lanjutan anak usia di bawah dua tahun (baduta) juga menjadi perhatian pemerintah Aceh Utara.

Kendati propinsi Aceh terendah secara nasional cakupan imunisasi dasar dan lanjutannya yaitu 48, 1 persen dan Imunisasi Baduta 26 persen namun Aceh Utara termasuk yang terbanyak realisasi pemberian imunisasi dasar dibandingkan 23 kabupaten/kota lainnya di Propinsi ini.

Data ini berdasarkan hasil rekap tahun 2022, . Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman mengungkapkan cakupan imunisasi dasar dan lanjutan anak usia di bawah dua tahun (baduta) di Aceh masih terendah secara nasional berdasarkan rekapitulasi data tahun 2022.

Lalu apa Hubungannya Imunisasi dengan Stunting?

Imunisasi ternyata memainkan peran penting dalam menentukan status kesehatan anak di masa depan, termasuk membantu mencegah stunting.

Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K),memaparkan ternyata ada beberapa penelitian yang menemukan hubungan antara imunisasi untuk mencegah stunting atau kekerdilan pada bayi dan balita.

Salah satu penelitian tersebut dilakukan terhadap 286.500 anak usia 12-59 bulan di wilayah pedesaan di Indonesia. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa prevalensi stunting pada anak yang tidak diimunisasi dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang diimunisasi lengkap.

Baca Juga :   PT Pupuk Iskandar Muda Raih Penghargaan Terbaik dalam Pelaksanaan TJSL di Aceh Tahun 2024

Anak yang diimunisasi lengkap hanya sekitar 10 persen yang menderita stunting, sementara yang tidak diimunisasi sebanyak 21,1 persen. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara imunisasi dan stunting.

Penelitian yang dilakukan Universitas Airlangga itu mengukuhkan bahwa imunisasi memiliki peran penting, selain menurunkan angka kematian anak, juga menurunkan risiko anak untuk mengalami stunting.

Dalam penelitian itu tercatat anak dengan status imunisasi yang belum tuntas 1,78 kali lebih berisiko untuk mengalami stunting dibandingkan anak dengan status imunisasi lengkap.

Dengan kata lain, imunisasi yang dilakukan tepat waktu dapat mengurangi kemungkinan stunting pada anak-anak, sementara imunisasi yang tertunda dapat meningkatkan kemungkinan stunting.

Semua imunisasi bekerja dengan cara yang sama, yakni dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk memberi perlindungan terhadap penyakit-penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Anak-anak yang tidak mendapat imunisasi akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan menjadi sering sakit-sakitan. Lama-lama ini bisa memengaruhi tumbuh kembangnya dan meningkatkan risiko stunting.

Karena itu kepada orang tua di Aceh Utara diharapkan dapat memastiknan status imunisasi anak-anaknya sudah lengkap sesuai usianya.

Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 42 Tahun 2013 dan No. 12 Tahun 2017, ada lima imunisasi wajib untuk bayi sebelum memasuki usia 1 tahun, yaitu vaksin hepatitis B, vaksin polio, vaksin BCG, vaksin campak, dan vaksin pentavalen (DPT-HB-HiB).

 Selain itu, disarankan untuk memberikan imunisasi tambahan yang direkomendasikan oleh IDAI. Di antaranya adalah vaksin MR, vaksin tifoid, vaksin rotavirus, vaksin pneumokokus, varicella, influenza, hepatitis A, HPV (Human Papillomavirus), dan vaksin dengue [ADV]

Share :

Baca Juga

Kesehatan

PIM Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat Bersama (Jusber), Program Rutin Sosialisasi dan Cek Kesehatan Masyarakat Lingkungan.

Kesehatan

Akselerasi Cakupan Akte Kelahiran dan Imunisasi, Pemko Lhokseumawe Teken MoU dengan UNICEF dan Yayasan Darah Untuk Aceh

Kesehatan

DPMPPKB Kabupaten Aceh Utara Tingkatkan Edukasi Dapur Sehat Atasi Stunting ke Masyarakat

Daerah

Haji Uma Fasilitasi dan Bantu Biaya Untuk Pengobatan Yatim asal Aceh Utara yang Alami Saraf Terjepit

Kesehatan

BPOM Aceh Sidak Suzuya Jelang Lebaran untuk Pastikan Keamanan Pangan

Kesehatan

Sanitasi Tak Sehat Salah Satu Penyebab Stunting, Pemerintah Aceh Utara Lakukan Intervensi Sensitif

Kesehatan

PMT di Keureunyai Banda Baroe dengan menggunakan dana desa

Kesehatan

Pj. Bupati Aceh Utara : Peran Gampong Menentukan Turun Naiknya Stunting