Sejumlah negara di kawasan pada Jumat menyambut Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang ditandatangani Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan.
Somalia dan Bahrain menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat keamanan kolektif, kerja sama pertahanan, serta stabilitas kawasan.
Somalia menggambarkan perjanjian tersebut sebagai langkah bersejarah menuju penguatan keamanan kolektif dan kerja sama pertahanan.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Somalia mengatakan perjanjian itu membentuk kemitraan strategis yang mampu menghadapi tantangan keamanan bersama sekaligus memajukan kerja sama pertahanan jangka panjang di antara ketiga negara.
Kementerian tersebut menyatakan keyakinannya bahwa pakta itu akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan perdamaian dan stabilitas kawasan serta memperkuat prinsip kerja sama, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.
Menurut kementerian, perjanjian tersebut juga akan melayani kepentingan masyarakat kawasan sekaligus mendukung perdamaian dan keamanan internasional.
Bahrain sebut pakta lengkapi sistem pertahanan GCC
Bahrain menyebut perjanjian tersebut sebagai kemitraan strategis yang akan memperkuat daya tangkal serta berkontribusi terhadap keamanan dan stabilitas kawasan maupun dunia.
Kementerian Luar Negeri Bahrain menyoroti kemampuan pertahanan, pengalaman militer yang luas, serta peran panjang ketiga negara dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.
Menurut kementerian itu, perjanjian tersebut merupakan kemitraan strategis di antara negara-negara yang setara, dengan masing-masing memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya untuk menjaga keamanan kawasan dan global.
Kementerian juga menyatakan pakta tersebut melengkapi sistem pertahanan kolektif Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), meningkatkan efektivitasnya, serta memperkuat keamanan kawasan melalui solidaritas, integrasi, dan kemitraan di antara negara-negara sahabat.
Bahrain kembali menegaskan bahwa keamanan Arab Saudi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan Bahrain.
Selain itu, Bahrain menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya untuk menjaga stabilitas kawasan, melindungi kedaulatan dan keutuhan wilayah negara-negara, serta mendorong penyelesaian politik atas berbagai persoalan regional.
Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani pada Jumat dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) di Kota Makkah yang dihadiri Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif.
Perjanjian tersebut menyatakan bahwa “setiap serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.”












