Batasaceh.com — Anggota DPRK Aceh Utara dari Partai Aceh, H. Abdul Mutaleb, menyatakan dukungannya terhadap langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang meminta penundaan persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo Wilayah Kerja (Working Area/WK) South Andaman hingga tercapainya kesepakatan terbaik bagi Aceh.
Menurut H. Abdul Mutaleb, langkah yang diambil Mualem merupakan bentuk keberpihakan terhadap kepentingan rakyat Aceh agar potensi sumber daya alam yang dimiliki benar-benar memberikan manfaat besar bagi daerah dan masyarakat.
“Apa yang dilakukan oleh Mualem sudah benar. Gas South Andaman harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk rakyat Aceh. Jangan sampai sumber daya besar ini hanya dinikmati pihak luar, sementara masyarakat Aceh tidak mendapatkan dampak yang signifikan,” ujar H. Abdul Mutaleb, Selasa (2/6/2026).
Politisi Partai Aceh dari Kabupaten Aceh Utara itu menilai, potensi gas di kawasan South Andaman dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi Aceh, khususnya wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara yang selama ini pernah dikenal sebagai kawasan industri dan energi nasional.
Ia mengatakan, apabila pengelolaan migas dilakukan dengan kebijakan yang berpihak kepada daerah, maka peluang terbukanya lapangan kerja, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga kebangkitan sektor industri akan sangat besar.
“Lhokseumawe dan Aceh Utara akan berjaya kembali bila ini bisa dilakukan dengan baik. Kita pernah merasakan bagaimana daerah ini hidup dengan industri migas. Maka ke depan pemerintah harus memastikan kepentingan rakyat Aceh menjadi prioritas utama,” katanya.
H. Abdul Mutaleb juga berharap pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait dapat menghargai aspirasi Pemerintah Aceh dalam proses pengambilan keputusan terkait PoD I Lapangan Tangkulo WK South Andaman.
Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam Aceh harus mengedepankan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Aceh secara luas.












