Daerah

Tuduhan 22 OKP Terkait Pilkada Aceh Utara Terjadi Kekerasan Itu tidak Berdasar, Sebut Adi Laweung

1
×

Tuduhan 22 OKP Terkait Pilkada Aceh Utara Terjadi Kekerasan Itu tidak Berdasar, Sebut Adi Laweung

Sebarkan artikel ini

Batasaceh.com – Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, Wakil Ketua DPP Partai Aceh sekaligus Ketua Divisi Media dan Publikasi Badan Pemenangan Mualem-Dek Fadh, mengatakan tuduhan yang disampaikan oleh 22 Organisasi Kepemudaan (OKP) terkait kekerasan dan intimidasi dalam Pilkada Aceh Utara tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

“Pelaksanaan Pilkada Aceh berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku, tanpa adanya intimidasi atau kekerasan seperti yang dituduhkan. Seluruh tahapan Pilkada, termasuk di Aceh Utara, dilaksanakan dengan aman dan tertib, jauh dari segala bentuk kekerasan yang diungkapkan dalam pernyataan OKP,” jelas Adi Laweung, Senin (2/12/2024).

Baca Juga :  Hibah Lahan Presiden Prabowo di Aceh, Pj Gubernur Dampingi Menteri Kehutanan Tinjau CRU Peusangan

Adi Laweung juga menanggapi tuduhan bahwa penyelenggara Pilkada di Aceh berpihak dan tidak tegas.

Pernyataan yang meminta KIP dan Panwaslih untuk diaudit serta tuduhan adanya ketidaknetralan dari penyelenggara adalah bentuk tuduhan yang tidak berdasar dan itu lebih kepada bentuk intervensi terhadap lembaga negara.

“Kami justru mengapresiasi kerja keras KIP, Panwaslih, dan aparat keamanan yang telah menjalankan tugas mereka dengan profesional. Tuduhan ini malah mencerminkan bahwa sejak awal tahapan Pilkada, mereka sudah menggaungkan klaim yang tidak berdasar,” kata Adi Laweueng.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Lhokseumawe  Pastikan Harga Pokok Tetap Stabil Jelang Nataru

Lebih lanjut, Adi Laweung mengungkapkan rasa terima kasih kepada aparat keamanan yang menjaga ketertiban selama Pilkada.

“Harus kami hargai peran aparat keamanan dalam memastikan Pilkada berjalan dengan aman. Terima kasih kepada pihak keamanan yang telah bekerja keras menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Adi Laweung.

Adi Laweung menekankan bahwa meskipun kritik dan masukan sangat penting, tuduhan yang tidak didukung bukti yang jelas dapat merusak proses demokrasi yang tengah berlangsung.

“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga keharmonisan dan integritas dalam Pilkada ini demi tercapainya Aceh yang lebih baik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *