Home / Daerah / Hukum

Selasa, 13 Juni 2023 - 05:43 WIB

Polres Aceh Utara Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Api

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

pp
Share
Foto: Istimewa

LHOKSUKON – Satuan Reskrim Polres Aceh Utara mengungkap kasus pidana kepemilikan senjata api yang menjerat dua tersangka warga Geulanggang Baro Kecamatan Lapang, Aceh Utara yakni SB alias Mukim (32) dan H alias Ayah Moren (44), Selasa (13/6/2023).

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Agus Riwayanto Diputra, S.I.K., M.H memaparkan jika penangkapan terhadap tersangka dilakukan pihaknya pada Jumat 19 Mei 2023 dengan penyergapan saat kedua tersangka sedang mengendarai sepeda motor di jalan Gampong Lhok Iboh Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.

“Penangkapan terhadap tersangka dilakukan atas laporan masyarakat yang dibuat takut dan resah atas aktivitas para tersangka sebelumnya yang mana mereka dilaporkan sering sekali menembak di kawasan tambak warga,” ungkap AKP Agus saat Konferensi Pers yang digelar di Mapolres Aceh Utara, Selasa (13/6/2023).

Baca Juga :   DPMPPKB Aceh Utara dan BKKBN Aceh Gelar Layanan KB dan KBKR di Gampong Seureuke

Dari hasil penggeledahan saat dilakukan penangkapan didapati sepucuk senjata api rakitan dengan sisa sebutir amunisi kaliber 9 mm yang masih aktif dari dalam magazin.

Kemudian dari pengembangan yang dilakukan kembali ditemukan sepucuk senjata airsoftgun di rumah tersangka H alias Ayah Moren beserta kunci T yang biasa digunakan oleh para pelaku curanmor. Diketahui pula jika tersangka H merupakan residivis kasus Curanmor.

Baca Juga :   PT PIM Salurkan Bantuan Pemulihan Pasca Bencana Angin Kencang di Tanah Luas

“Dari hasil pengembangan tersebut didapatkan lagi 5 kendaraan bermotor yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepemilikannya,” ujar Kasat Reskrim AKP Agus.

Terkait asal muasal sejata api rakitan tersebut, Kasat Reskrim mengatakan menurut pangakuan tersangka SB senjata itu didapat dari Abu Razak pimpinan KKB yang tewas pada 2019 lalu.

“Dalam kasus ini terhadap kedua tersangka diterapkan pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata api dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun Penjara,” pungkas AKP Agus Riwayanto Diputra.

Share :

Baca Juga

Daerah

PT PIM Salurkan Bantuan Pemulihan Pasca Bencana Angin Kencang di Tanah Luas

Daerah

DPMPPKB Aceh Utara dan BKKBN Aceh Gelar Layanan KB dan KBKR di Gampong Seureuke

Daerah

Kolaborasi dengan PDGI, PT PIM Realisasikan Program Aku Sehat ( AKSA )

Daerah

Kenakan Pakaian Adat Aceh, Pj Bupati Pimpin Upacara HUT Ke-22 Kabupaten Aceh Jaya

Daerah

PT PIM Salurkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Angin Kencang

Hukum

Pria Asal Peureulak Minta  Sumbangan, Uang Diduga Untuk Beli Sabu

Daerah

MTQ Ke-37 Muara Dua Resmi Dibuka, Pj Wali Kota A Hanan

Daerah

Jenazah Warga Bireuen Dipulangkan Dari Malaysia, HajiUma,PPAM dan BP2MI ikut Bantu Fasilitasi