Batasaceh.com– Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, menilai pengembangan agroeduwisata petik melon hidroponik ala Jepang sebagai inovasi luar biasa yang perlu diperluas.
“Ini luar biasa, sistem pertanian modern seperti ini sangat potensial untuk dikembangkan lebih luas dan harus didukung dengan pembukaan akses pasar yang lebih besar,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Miharu Farm di Desa Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Rabu (25/03/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Utara dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Satgas Tani Merdeka Aceh Utara, Syuri AR, Wakil Bendahara Herman, serta sejumlah pengurus lainnya.
Agroeduwisata ini dikelola oleh Miharu Farm yang dipimpin oleh Abdul Hamid, SP.i, yang juga merupakan Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Kecamatan Bakong. Konsep yang diusung menggabungkan pertanian modern berbasis smart farming dengan wisata edukasi, di mana pengunjung dapat memetik langsung melon premium di dalam screen house berteknologi tinggi.
Dalam praktik budidayanya, melon premium ditanam melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari pembibitan menggunakan benih unggul, fase pertumbuhan vegetatif, pembungaan, hingga pembuahan dan pematangan. Proses ini dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas buah, termasuk seleksi buah terbaik dan pengaturan nutrisi serta iklim secara presisi.
Teknologi smart farming berbasis Internet of Things (IoT) menjadi keunggulan utama, di mana seluruh proses seperti irigasi, pemupukan, dan pengendalian suhu dapat dikontrol secara real-time melalui perangkat digital. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, menjaga stabilitas lingkungan tanaman, serta menghasilkan buah dengan kualitas premium.
“Setiap proses kami kontrol dengan detail, mulai dari air, nutrisi, hingga cahaya. Semua dilakukan untuk memastikan kualitas melon yang dihasilkan benar-benar terbaik,” ujar Abdul Hamid.
Selain sebagai tempat produksi, Miharu Farm juga berfungsi sebagai pusat edukasi pertanian (AgroEdu-Media). Lokasi ini dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan bagi petani lokal dan generasi muda, sekaligus menjadi media penyebarluasan teknologi pertanian modern melalui berbagai konten edukatif.
Abdul Hamid menjelaskan bahwa pengalaman tersebut merupakan hasil dari program magang di Jepang pada tahun 2023 yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian. Ia sempat belajar di Ouchi Farm, Kabupaten Miharu, Provinsi Fukushima, selama satu tahun.
“Dari pengalaman di Jepang, saya belajar sistem pertanian modern dari hulu ke hilir. Alhamdulillah, ilmu tersebut bisa saya terapkan di kampung halaman melalui usaha agroeduwisata ini,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Utara dinilai menjadi motivasi besar dalam mengembangkan pertanian modern di daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Semoga menjadi penyemangat bagi kami dan generasi muda untuk terus berinovasi di sektor pertanian,” tambahnya.
Agroeduwisata petik melon ini dibuka untuk umum melalui program Open Farm yang berlangsung pada 24 hingga 29 Maret 2026. Masyarakat dapat langsung merasakan pengalaman memetik melon premium sekaligus belajar tentang sistem pertanian modern.
Kehadiran agroeduwisata ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian masa depan di Aceh Utara, yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga edukasi, teknologi, dan pengembangan sektor wisata berbasis pertanian.












