
Batasaceh.com– Dunia pendidikan di Aceh Utara kembali menjadi sorotan. Ironisnya, meski sektor pendidikan tidak termasuk dalam program efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kondisi sekolah di daerah ini justru tampak sangat memprihatinkan.
Salah satunya adalah SD Negeri 14 Tanah Luas, yang keadaannya jauh dari kata layak. Ruang belajar tampak rapuh, loteng sekolah rusak dan mengancam keselamatan siswa, sementara fasilitas sanitasi sama sekali tidak layak pakai.
Lebih menyedihkan lagi, MCK sekolah yang pernah dibangun dengan biaya tidak sedikit, hingga kini tidak pernah difungsikan selama bertahun-tahun. Bangunan yang seharusnya bermanfaat justru terbengkalai tanpa alasan yang jelas.
Selain itu, di sekolah tersebut masih terpajang gambar presiden lama, Joko Widodo. Hal ini menimbulkan kesan seakan pihak sekolah belum mengakui perubahan kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto. Kondisi ini pun menjadi perbincangan hangat masyarakat sekitar.
“Anak-anak kami belajar di ruang kelas yang tidak layak. Atap bocor, dinding rusak, MCK tidak bisa dipakai. Padahal anggaran pendidikan tidak pernah dipotong, lalu ke mana perginya perhatian dinas?” keluh salah seorang wali murid dengan nada kecewa.
Masyarakat Tanah Luas berharap agar Dinas Pendidikan Aceh Utara segera turun tangan memperbaiki fasilitas sekolah. Mereka menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya keselamatan siswa yang terancam, tetapi juga kualitas pendidikan generasi muda di daerah tersebut akan semakin terpuruk.
Sementara itu , Kepala Bidang Sarana dan prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Herman M.Pd saat dihubungi via Waadsaap pribadinya menjelaskan terkait pembangunan SD Negeri 14 Tanah Luas mengatakan pihaknya pada tahun ini akan terealisasi bangunan nya,” jelas Herman

“Insya Allah dalam tahun ini SD 14 tanah akan mendapatkan bantuan bersumber dari APBN, terkait anggaran belum ada dikami krn kepala sekolah nanti akan di undang dan akan melakukan penandatangannan MOU dengan kementrian, ” paparnya (Reval)