ISTANBUL
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat mengatakan mengembalikan jalur diplomasi dengan Amerika Serikat (AS) “bukan hal yang mustahil”, namun menegaskan bahwa kelanjutan proses tersebut bergantung pada kesediaan Washington mengakui bahwa tekanan terhadap Teheran tidak akan berhasil.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani di Teheran.
Melalui platform media sosial AS X, Araghchi mengatakan dirinya telah melakukan “diskusi kreatif” dengan Sheikh Mohammed.
“Mengembalikan diplomasi ke jalurnya bukanlah hal yang mustahil. Hal itu bergantung pada pemahaman AS terhadap satu fakta sederhana: tekanan tidak akan berhasil,” kata Araghchi.
“AS harus membangun kepercayaan, berbicara dengan penuh rasa hormat, mengakui hak-hak kami, dan memenuhi komitmennya,” tambah Menteri Luar Negeri Iran itu.
Sheikh Mohammed mengunjungi Teheran pada Kamis ketika Doha terus melakukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS.
Dalam kunjungan tersebut, ia mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Araghchi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.
Pembicaraan tersebut mencakup upaya menciptakan kondisi bagi dimulainya kembali dialog, serta usulan pembentukan koridor navigasi bersama sementara melalui Selat Hormuz dan upaya pembersihan ranjau.
Kunjungan itu merupakan perjalanan pertama Menteri Luar Negeri Qatar ke Iran sejak konflik dimulai dengan serangan AS dan Israel pada akhir Februari.












