BATAS ACEH | Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar prosesi adat Peusijuk (tepung tawar) bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Tahun 1447 H/2026 M sebagai bentuk doa dan harapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Walikota Langsa, Kamis (30/4/2026).
Pelaksanaan Peusijuk dilakukan langsung oleh Walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, bersama Majelis Permusyawratan Ulama (MPU) dan Majelis Adat Aceh (MAA) merupakan bagian dari tradisi masyarakat Aceh yang sarat makna religius, sebagai simbol penghormatan dan doa keselamatan bagi para jamaah agar diberikan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Jumlah CHJ asal Kota Langsa yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 205 orang. Adapun rinciannya berasal dari lima Kecamatan, yaitu Langsa Kota sebanyak 68 orang, Langsa Baro 66 orang, Langsa Lama 37 orang, Langsa Barat 18 orang, dan Langsa Timur 16 orang.
Dalam sambutannya, Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, menyampaikan bahwa pelaksanaan peusijuk jamaah calon haji merupakan bentuk doa dan harapan seluruh masyarakat agar para jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan mental, kesabaran, dan keikhlasan. Kami berharap seluruh jamaah dapat meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, menjaga kesehatan, serta mematuhi arahan petugas selama pelaksanaan ibadah,” ujar Walikota.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan saling tolong-menolong antar jamaah, sekaligus menjadi duta daerah yang mampu menjaga nama baik Kota Langsa di Tanah Suci.
“Kami mendoakan seluruh jamaah diberikan kelancaran sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air, serta meraih predikat haji yang mabrur,” ungkapnya.
Kemudian, Tgk. H. Syeh Muhajir Usman pada kesempatan yang sama mengajak seluruh Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Langsa untuk menjalankan ibadah haji dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab sebagai tamu Allah SWT.
Ia menegaskan, kesempatan menunaikan rukun Islam kelima merupakan nikmat yang patut disyukuri, karena tidak semua umat Muslim diberikan kesehatan dan kemampuan untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Kita semua patut bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan, sehingga dapat menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, laksanakan ibadah ini dengan sebaik-baiknya agar memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.
Adapun rangkaian keberangkatan Jamaah Calon Haji Kota Langsa Tahun 2026 dimulai dengan pelaksanaan Peusijuk pada 30 April 2026. Selanjutnya, pelepasan resmi yang dijadwalkan pada 7 Mei 2026 di Lapangan Merdeka dengan dukungan armada sebanyak 9 unit bus. Para jamaah kemudian akan memasuki Asrama Haji Banda Aceh pada 8 Mei 2026, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada 9 Mei 2026.
Jamaah Calon Haji Kota Langsa tergabung dalam Kloter 04 bersama jamaah dari Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Aceh Besar.
Ditutup dengan doa bersama yang dipandu oleh Tgk. H. Syeh Muhajir Usman atau yang lebih dikenal dengan panggilan Abati Sheraya dan dilanjutkan dengan penyerahan sovenir kepada CJH Kota Langsa.
Tampak hadir mengikuti kegiatan pesijuk hari ini, Ketua DPRK Langsa, Forkopimda, Ketua MPU, Ketua MAA, Ketua MPD, Kakankemenag, Kakankemenhaj, Sekda, Asisten, para Pimpinan OPD, Camat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Calon Jamaah Haji Kota Langsa.












